google.com, pub-8027005344017676, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pena Soekarno


Pada tahun 1920-an, saat usia Soekarno masih belasan tahun, Soekarno sudah berkecimpung dalam dunia jurnalistik. Soekarno menerbitkan karya tulisannya melalui media massa Sarekat Islam, Oetoesan Hindia. pada waktu itu, beliau menggunakan nama pena dari tokoh wayang yang bernama Bima.

Pada koran tersebut, Soekarno menuliskan artikel dan opini yang berjumlah sekitar 500-an. Karya tulisan Soekarno sangatlah tajam dan memojokkan kaum imperialisme, kolonialisme dan kapitalisme waktu itu.
"...hantjoeurkan segera kapitalisme jang dibantu budaknja imperialisme dan kolonialism.
Dengan kekoeatan Islam, Insja Allah, itu segera dilaksanakan", itulah salah satu tulisan Soekarno.

Indonesia sahabat Korea

 SEBUAH adegan mengharukan terjadi. Seorang prajurit tua Amerika Serikat berjalan memakai penyanggah di tangan kirinya, sambil tertatih ia mendatangi rumah tinggal pribadi seorang presiden Indonesia, di kawasan hijau asri di Kebagusan, Jakarta Selatan.
Prajurit tua itu didakwa berdosa mengkhianati negerinya karena berpaling membela musuh negaranya selama hampir 40 tahun: Korea Utara. Pria berambut putih itu ingin berterima kasih karena Indonesia membantunya bertemu keluarganya yang terpisah selama 21 tahun.

Soekarno Menjebak Marshall Green

Marshall Green menyerahkan surat kepercayaan sebagai Duta Besar Amerika Serikat kepada Presiden Soekarno, 26 Juli 1965, di Istana Merdeka, Jakarta, hanya 5 hari sejak kedatangannya di Indonesia. Lima hari merupakan waktu yang sangat singkat, duta besar negara lain harus menunggu beberapa minggu untuk tiba di momen tersebut.

Hubungan AS dan Indonesia memburuk sejak akhir 1950-an. Pemicunya beberapa: konfrontasi Indonesia dengan Malaysia, ancaman nasionalisasi perusahaan AS di Indonesia, serangan ke kantor perwakilan AS di Indonesia, juga dugaan keterlibatan AS dalam pemberontakan PRRI/Permesta.

Dalam suasana politik semacam itu, Green menyampaikan pidato. Datar dan normatif. Lalu, giliran Soekarno diberi kesempatan bicara.

Soekarno dimata Pemberontak


Sejak awal 1957, koran-koran kiri seperti Harian Rakjat dan Bintang Timur sering merilis berita soal Sumitro Djojohadikusumo. Isinya: tuduhan bahwa ahli ekonomi dan politisi Partai Sosialis Indonesia (PSI) itu terlibat korupsi.

Soekarno Hatta


Hubungan Soekarno dan Mohammad Hatta sungguh berwarna. Terkadang mesra, sering juga berlumur amarah. Banyak bernuansa politis, namun juga menyangkut soal pribadi.

RUSIA MENGENANG SOEKARNO

Setelah berjasa bagi Makam Imam Bukhori. Lagi lagi Presiden Soekarno meninggalkan jasa yang begitu besar bagi umat muslim di Rusia. Yaitu sebuah masjid.
Kalau di negri kita, membangun masjid adalah perkara yang sangat mudah. Hanya mungkin terkendala masalah dana. Namun di negri Komunis ini (dulu Uni Sovyet) rasanya sangatlah mustahil. Akan tetapi berkat pemanfatan situasi yang baik serta kelihaian Ir Soekarno dalam berbicara membuat kaum muslim di Rusia dapat menunaikan ibadah di masjid
Komentar tegas Presiden Soekarno, membuat Kremlin Moskow mengizinkan umat Islam di Petersburg kembali diperbolehkan melaksanakan shalat di negeri komunis ini. Bermimpi berkunjung ke masjid ini bagi muslim Indonesia yang sedang berada di Rusia, bukan sesuatu yang aneh apalagi salah. Berbagai cerita unik yang pernah dilansir di media masa maupun buku selalu memberikan tambahan semangat untuk berziarah ke masjid penuh sejarah tersebut. Inilah tempat yang terus menjadi tujuan ribuan pelancong yang datang dari tanah air.

Soekarno dan Nelayan

Seorang nelayan yang telah uzur, selama 23 hari ia tempuh dari kampungnya, dengan berjalan kaki menuju Istana Merdeka. Belum sempat ditanya soal kedatangannya, ia langsung bersujud dan mencium kaki Soekarno. Ternyata memang itulah tujuannya kesana.
Ia menyatakan, dirinya sudah berjanji, sebelum mati akan melihat wajah presidennya dan menunjukkan kecintaan serta kesetiaan kepadanya. Mengharukan, dia sama sekali tidak pernah melihat Sang Presiden yang diserukan semua orang itu. Walaupun melalui Televisi yang ia-pun tidak punya.
Soekarno, Manusia yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad.
Selama rezim Orde baru, cerita ini tidak banyak orang yang tahu, kisahnya selalu di kubur dalam-dalam dan di tutup-tutupi.
Semoga kita benar-benar menjadi bangsa yang besar, bangsa yang menghormati dan menghargai jasa-jasa para pahlawan kita.

REKAMAN PIDATO SOEKARNO MEMBACAKAN TEKS PROKLAMASI KEMERDEKAAN NKRI


Di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Pada tanggal, 17 Agustus 1945, Soekarno didampingi M. Hatta membacakan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

KEDEKATAN BUNG KARNO DAN CINA


Bung Karno pada masa kekuasaannya sangat dekat dengan Cina. Pada masa itu Cina dipimpin oleh Mao Zedong atau Mao Tse Tung, salah seorang pemimpin Cina yang masih diagungkan oleh rakyatnya hingga sekarang.

SOEKARNO DAN EKONOMI

Banyak orang bilang Sukarno itu nggak paham ilmu ekonomi, Sukarno itu ganyang Malaysia untuk menolehkan perhatian rakyat pada ekonomi yang amburadul.
Padahal Sukarno ini benar-benar mendalami apa yang dinamakan Ilmu Ekonomi Politik, Ekonomi Politik adalah Ilmu paling dasar yang merumuskan kebijakan-kebijakan politik atas ekonomi masyarakat seperti : akumulasi kapital, distribusi kekayaan dan pasar. Tiga soal pokok ini dikuasai Bung Karno bahkan sejak tahun 1924.