google.com, pub-8027005344017676, DIRECT, f08c47fec0942fa0

MEREKA MENODONG SOEKARNO


Pintu kamar Bung Karno diketuk pengawal. Ada  perwira Angkatan Darat yang ingin bertemu presiden. Mereka diutus oleh Suharto. Ada map merah muda di tangan salah seorang jendral. Di dalamnya berisi naskah yang mesti ditandatangani Sukarno Naskah itu tidak segera ditandatangani Sukarno. Dia sempat bertanya tentang mengapa kop surat itu dari Markas Besar Angkatan Darat. Seharusnya Surat Perintah itu ber-kop surat kepresidenan. Tapi pertanyaan Sukarno hanya dijawab Jendral Basuki Rachmat, “Untuk membahas, waktunya sangat sempit. Paduka tandatangani saja”.

SOEKARNO KE VATIKAN

BULAN Mei, Vatikan sedang disiram sengatan matahari terik sepanjang hari di musim panas tahun 1959. Cuaca cukup menyengat untuk ukuran kota Vatikan yang mungil itu. Hari suatu pagi pada Kamis Wage, 14 Mei 1959,6 Dulkangidah 1890 Tahun JIMAKIR Windu SANGARA, 6 Zulkaidah 1378H,Neptu= 12, Wuku= MADANGKUNGAN, Pangarasan= Aras Kembang, Pancasuda= Tunggak Semi, Dina= Dina Kebo, Lintang 12= Lintang Kut (Kuda), Pranotomongso= SODHO , Vatikan kedatangan seorang tamu jauh. Dia datang disambut dengan upacara megah oleh para prajurit berseragam kebesaran ala Eropa abad pertengahan. Bahkan beberapa prajurit senior berpakaian besi seperti serdadu Romawi, karena ini menyambut sebuah kunjungan resmi seorang presiden negara besar ke negara terkecil di dunia.

SOEKARNO ADALAH GURU FIDEL CASTRO

Di tahun 1960 datanglah Sukarno ke Kuba. Ia dibawa ke Istana dan ditempat khusus, Fidel minta diajari konsep-konsep revolusi. “Tuan Sukarno, negara ini memiliki semangat tersendiri dalam mewujudkan perubahan, kami berdiri disini sendirian dikelilingi negara-negara perkebunan tinggalan Spanyol dan Portugal, kami juga berdekatan dengan rajanya Kapitalis dunia Amerika Serikat, tiap waktu kami berjaga agar jangan sampai rudal Amerika menimpa kota kami, dan kami terpaksa bersekutu dengan Sovjet Uni agar kami aman. Memang Mao meminta kami agar bersama-sama membangun persekutuan politik, tapi karena Sovjet Uni menolak bila Mao ikut campur maka kami terpaksa melepaskan Mao, walau itu menyakitinya. Padahal kami merasa kami harus mandiri, tidak bergantung kepada negara lain seperti negara Tuan, Indonesia...”

SOEKARNO DAN CHE GUEVARA BERTEMU

Pada tahun 1960 Sukarno mengunjungi Kuba. Bagi Sukarno mengunjungi Kuba sangat penting untuk membuktikan politik bebas aktif-nya. Kabarnya Presiden Ike Eisenhower tidak menyukai kunjungan Sukarno ke Kuba itu. Bahkan Ike Eisenhower sempat memanggil agen CIA untuk mengamati prospek kunjungan Sukarno ke Kuba.
Setahun sebelumnya tahun 1959, jagoan revolusi Che Guevara datang ke Jakarta dan bertemu Sukarno untuk menyampaikan undangan resmi dari Fidel Castro, pemimpin revolusi Kuba. Saat itu Jakarta sedang hangat-hangatnya pembubaran Konstituante dan Sukarno baru saja dengan semangat mengembalikan sejarah Indonesia ke dalam garis Revolusi. Fidel memperhatikan gerakan Sukarno ini, dan ia mengirimkan Che ke Jakarta untuk berguru pada Sukarno sekaligus mengundangnya. Pada satu malam setelah Fidel membaca sebuah terjemahan tulisan Sukarno dalam bahasa Inggris soal ‘Indonesia Menggugat’ maka ia merasa apa yang dijadikan dalam tujuan revolusi Indonesia adalah sejalan dengan Revolusi yang inginkan di Kuba.

Kemenangan Kontra Revolusioner pada Masa Revolusi Bung Karno

Kejatuhan Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno menjadi titik balik bagi sejarah Indonesia yang dipenuhi dengan tragedi berdarah ikut menghiasi bingkai sejarah suram bangsa pada sekitar tahun 1965-sampai terpilihnya Soeharto.

GREEN HILTON AGREEMENT 1963 (PERJANJIAN JENEWA)


JASMERAH ( Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah ) adalah istilah/slogan/petuah Bung Karno kepada rakyat Indonesia.....dalam berbagai pidato dan dibukunya yang berjudul "Dibawah Bendera Revolusi" . Kemudian pada tahun 1966, Soekarno berkata : "Abraham Lincoln, berkata: "one cannot escape history, orang tak dapat meninggalkan sejarah", tetapi saya tambah : "Never leave history". inilah sejarah perjuangan, inilah sejarah historymu. Peganglah teguh sejarahmu itu, never leave your own history! Peganglah yang telah kita miliki sekarang, yang adalah AKUMULASI dari pada hasil SEMUA perjuangan kita dimasa lampau. Djikalau engkau meninggalkan sejarah, engkau akan berdiri diatas vacuum, engkau akan berdiri diatas kekosongan dan lantas engkau menjadi bingung, dan akan berupa amuk, amuk belaka. Amuk, seperti kera kejepit di dalam gelap. (Soekarno, 17 Agustus 1966)

BERDIRI DIATAS KAKI SENDIRI


Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan 'berdiri di atas kaki sendiri'. Proklamator yang lahir diBlitar, Jatim, 6 Juni 1901 ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: "Go to hell with your aid." Persetan dengan bantuanmu.

MENTALITAS & KEBERANIAN NYATA

Bung Karno membuat AMRIK bertekuk lutut ,bahkan didalam Gedung Puth bung Karno NGAMUK...dan si IKE panggilan akrab Dwight Eisenhower mencoba merayunya dgn cara sengaja mengalihkan issue ke bintang sexy HOLYWOOD : Marilyn Monroe dan Ava Gardner
Siapa tak MENGENAL Dwight Eisenhower, President Amrik ke 34.
" he was a five-star general in the United States Army. During World War II " sebagai Negara Kaya dan Pemenang Perang Dunia II..Negara super powerm Amerika justru dibuat tunduk oleh Bung Karno dan lucunya ini terjadi didalam GEDUNG PUTIH sendiri,artinya diluar INDONESIA dikandang Macan
Coba siapa berani saat itu ???...berita ini banyak yang tak di ketahui bahkan oleh para pemimpin. Jongos-jongos selanjutnya sengaja menututup-nutupinya.